Monday, 27 October 2014

XI-8 SMA Negeri Situraja Si Kabayan Jadi Dukun

Si Kabayan Jadi Dukun merupakan judul sekaligus tema pertunjukan yang kami persembahkan dalam Lomba Bulan Bahasa dan Pentas Seni SMA Negeri Situraja. Sungguh perlombaan yang menyenangkan karena kami semua dapat menjuarai empat nominasi di kelas 11 diantaranya;
1. Pertunjukan Terbaik
2. Sutradara Terbaik
3. Aktor Terbaik yaitu Si Kabayan atas nama Rizal Suherman.
4. Penata Artistik Terbaik.


 Si Kabayan jadi dukun menceritakan tentang seorang Suami yang super duper malas yang kerjanya hanya mancing di sungai bersama kawannya, setiap harinya Amukan Abah, Ambu dan Nyi Iteung tak henti-hentinya menggembur Si Kabayan. Walaupun demikian ia tak pernah mau berfikir untuk merubah gaya hidup maupun pekerjaanya. Suatu ketika kabayan dihadapkan dengan suatu masalah yang sejujurnya di buat oleh Abah dan Ambu serta Nyi Iteung yang ingin memberi Si Kabayan pelajaran, ia di paksa untuk menjadi seorang dukun untuk menyembuhkan anak Juragan Mamih, Papih yaitu si Eneng. Namun anak Juragan Mamih Papih itu tidaklah benar-benar sakit ia hanya berpura-pura karena tak ingin di jodohkan dengan anak juragan Kaya, namun anak tersebut agak Konyol dan Suka Korupsi. Akhirnya Eneng(dalam bahasa sunda artinya Anak Sapi) dan Si Kabayan membuat siasat agar sama-sama aman, Si kabayan berpura-pura menyembuhkan Si Eneng dan Si Eneng menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Bukanya Eneng ingin batal menikah dengan anak sang Juragan, Eneng malah Menaruh Cintanya pada Si Kabayan yang telah beristri, ia ketakutan dan enggan pada Eneng karena tubuhnya yang bahenol namun berlebih. 

"kabayaaaannnnnn!!" teriakan terdengar dan menggugah Si Kabayan dari tidur dan mimpi buruknya yaitu menikah dengan Si Eneng. Ia berlari dan bersujud di hadapan Abah dan Ambu meminta amoun atas perbuatan dan sikapnya selama ini. Abah dan Ambu kebingungan dan Akhirnya menasehatinya untuk tak mengulanginya lagi.


Writted By Dedi Trisniadi